Selasa, 28 April 2015

Penguasaan Bahasa Inggris sebagai Kominikasi Internasional untuk menunjang karir dalam bekerja



PENGUASAAN BAHASA INGGRIS SEBAGAI KOMUNIKASI INTERNASIONAL UNTUK MENUNJANG KARIR DALAM BEKERJA


Zaman yang sudah modern ini, betapa pentingnya mempelajari Bahasa Inggris. Tentu sudah tidak umum, dalam dunia kerja sudah menjadi persyaratan yang utama dalam bahasa Inggris. Apalagi ketika pewawancara menyapa dan berbicara dengan bahasa Inggris, itu merupakan indikasi bahwa kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris memang sangat penting di pekerjaan yang Anda lamar. Dalam lowongan pekerjaan tercantum kalimat seperti, “Good/excellent command in English”, “Able to communicate in English fluently”, “Minimum TOEFL/TOIEC score…”, itu merupakan penanda eksplisit, gamblang, terang-terangan, bahwa kemampuan Bahasa Inggris adalah syarat yang penting untuk melamar ke pekerjaan tersebut.
Manfaat Bahasa Inggris
Manfaat bahasa Inggris dalam dunia bisnis tidak dapat disangkal lagi. Bahasa Inggris telah mendarah-daging dalam urat nadi bisnis seantero dunia. Ia telah berperan sebagai wahana komunikasi dan interaksi penting di antara pebisnis dengan berbagai latar budaya dan bangsa. Dengan bahasa Inggris pemahaman lintas-budaya semakin mendalam sehingga dunia bisnis didukung untuk tumbuh dan berkembang pesat.
Bahasa Inggris juga telah berperan signifikan dalam dunia karir. Beragam profesi telah menganggap bahasa Inggris sebagai ketrampilan utama untuk mendorong peningkatan kualifikasi diri, dan   karena itu mereka bahkan tak bisa lepas dari bahasa Inggris. Bagi mereka bahasa Inggris bukan lagi sebagai kebutuhan belaka, bukan tuntutan baru, melainkan suatu keharusan dan keniscayaan.
Masalahnya, adakah bahasa Inggris bermanfaat pula bagi seseorang yang hendak merencanakan karir masa depan? Bagaimana pengaruh  kompetensi bahasa Inggris orang terhadap career planning (perencanaan karir)-nya? Tulisan berikut ini akan memaparkan diskusi tentang perencanaan karir, yang diawali dengan mengedepankan hubungan antara bahasa Inggris dan perencanaan karir.
Bahasa Inggris di dunia usaha memang digunakan untuk bisnis, surat menyurat dan meeting dengan bule bule yang tidak mau belajar dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Tetapi maksud terpenting dari tulisan saya ialah, cukup untuk berbicara kepada bule yang tidak bisa dan tidak mau belajar bahasa Indonesia. Tidak usah dilanjutkan dalam percakapan sehari-hari, tidak usah over reacting dan berpikir bahwa dengan bisa berbicara bahasa Inggris ditempat umum anda merasa derajat anda lebih tinggi dari orang lain.
Bahasa inggris memang saat ini menjadi bahasa internasional, bahasa inggris di dunia ini memang digunakan dalam segala bidang, dan bahsa inggris digunakan sebagai bahasa pemersatu di dunia.
Memang tidak dipungkiri media-media saat ini seperti internet, televise dan pers memberikan kita akses yang tidak terbatas terhadap pengetahuan tentang subjek-subjek favorite kita. Bahkan kita telah hidup di era informasi. Namun hanya ada satu masalah. Kebanyakan pengetahuan ini adalah dalam bahasa inggris.
Keuntungan dalam berbahasa inggris :
• Menghubungi orang-orang di seluruh dunia. Anda dapat menyuarakan ide-ide dan pendapat anda di kelompok-kelompok diskusi dan forum-forum internet. Mengirim email dan mempelajari kebudayaan mereka.
• Berpergian menjadi mudah. Berkomunikasi dengan siapa saja kemanapun anda pergi.
• Jika anda menginginkan pekerjaan yang baik di bidang bisnis, teknologi, atau sains, mulailah belajar bahasa inggris sekarang juga. Niscaya karir anda akan lebih baik bila dapat menguasai bahasa inggris.
• Bahasa inggris memungkinkan anda untuk merasakan kebudayaan dunia tanpa ada bahasa lain yang bisa menyamai.
• Dengan belajar bahasa inggris anda dapat membaca buku-buku hebat. Setiap buku yang terkenal dituliskan dalam bahasa inggris atau telah diterjemahkan kedalam bahasa inggris.
• Menonton film dengan berbahasa inggris.
• Lebih menikmati musik berbahasa inggris karena faham artinya.
Bahasa Inggris dalam menunjang karir
Perencanaan karir, dengan segala strateginya—sebagaimana akan dibahas pada sub selanjutnya dalam tulisan ini—akan lebih terpacu dinamikanya dengan peran bahasa Inggris.  Calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris aktif, baik lisan maupun tulis, berkesempatan lebih luas untuk berkembang cepat dibandingkan calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris pasif (baca: pas-pasan).
Sejak awal-awal calon karyawan  telah menyadari bahwa kompetensi bahasa Inggris, lisan dan tulis, menjadi salah satu syarat rekrutmen. Hampir semua perusahaan atau instansi menuntut calon karyawannya mampu berbahasa Inggris dengan baik. Dalam era global bahasa Inggris dianggap sebagai keniscayaan mutlak agar berbagai urusan perusahaan atau instansi dapat teratasi dengan efektif dan efisien. Tak berlebihan jika mereka mencari calon karyawan yang memiliki kompetensi bahasa Inggris, di samping disiplin utama yang dikuasainya.
Saat browsing dan hunting jenis pekerjaan calon karyawan juga berhadapan dengan berbagai sumber informasi kerja yang berbahasa Inggris. Iklan-iklan kerja (advertismen) di surat kabar, majalah bisnis, tabloid profesi, atau internet hampir seluruhnya ditulis dalam bahasa Inggris. Orang yang berkompetensi bahasa Inggris baik, dia akan dengan mudah mengakses sumber informasi tanpa batas—sehingga dia akan kaya informasi; dan dengan demikian akan memiliki referensi dan pilihan yang lebih beragam. Sebaliknya, tanpa kemampuan bahasa Inggris memadai, proses browsing kerja bisa terganggu—atau setidaknya kurang lancar.
Kemudian, setelah memutuskan suatu pilihan pekerjaan, saat menuliskan surat aplikasi kerja pun, bahasa Inggris sangatlah diperlukan. Sudah tidak asing lagi bahwa kebanyakan perusahaan atau instansi menuntut calon karyawannya untuk menulis aplikasi kerja dalam bahasa Inggris. Agaknya hal ini merupakan cara praktis untuk melacak secara dini bagaimana kompetensi bahasa Inggris si pelamar kerja. Coba bayangkan alangkah tidak nyamannya orang yang tidak mampu menulis dalam bahasa Inggris sementara dia sebenarnya memiliki kualifikasi utama yang Andal. Kesempatan bisa menguap hanya karena tidak mampu berbahasa Inggris.
Demikian juga saat wawancara kerja. Calon karyawan yang berkompetensi bahasa Inggris lazimnya dipAndang memiliki kelebihan tertentu dibandingkan dengan yang tidak memilikinya. Pewawancara akan menangkap kesan bahwa si calon karyawan sudah siap untuk diajak memasuki dunia global yang mana perusahaan/instansi tersebut ada di dalamnya. Modal bahasa Inggris calon karyawan itu memiliki daya pikat yang dahsyat.
Lebih lanjut, kemampuan bahasa Inggris yang memadai dibutuhkan saat bekerja kelak, terutama saat berkutat dengan komputer, internet, atau surat-menyurat dengan pihak asing. Ia juga bermanfaat tatkala melakukan komunikasi atau sosialisasi dalam perusahaan yang melibatkan kolega-kolega yang terbiasa menggunakan bahasa Inggris, khususnya tatkala ada tamu asing.
Wawasan perlu selalu ditambah dan ditingkatkan. Untuk meningkatkan kemampuan atau wawasan, orang lazimnya melakukan kegiatan membaca literatur tentang berbagai bidang yang diminatinya. Sementara kita tahu bahwa dewasa ini semakin banyak literatur yang tertulis dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Jika dia memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai, dia tak akan mengalami kesulitan yang berarti dalam memahami literatur tersebut.
Sejalan dengan itu, (calon) karyawan suatu saat juga perlu ikut seminar. Untuk seminar, orang harus bersiap-siap dengan membuat karya tulis atau makalah—yang tentu saja didukung dengan proses membaca berbagai literatur. Jika seminar itu berskala nasional, atau terlebih skala internasional, dia harus mampu berbahasa asing (termasuk bahasa Inggris) dengan baik.  Andaikata seminar itu berskala lokal pun, kutipan yang berbahasa Inggris masih dianggap memnyimpan prestise tersendiri. Dengan demikian jelas bahwa bahasa Inggris memiliki peran yang tidak kecil berkaitan dengan urusan seminar.
Lebih lanjut, mengikuti training dan membiasakan menulis juga sangat menuntut kemampuan bahasa Inggris yang memadai. Skala training lazimnya ikut mentukan seberapa jauh bahasa Inggris dibutuhkan untuk memperlancar proses kegiatan training tersebut. Adapun tentang kebiasaan menulis, orang yang suka menulis adalah orang yang juga suka membaca. Yang dibacanya tentulah bermacam-macam, dan tentulah mencakup karya-karya yang tertulis dalam bahasa Inggris.  Banyak buku terjemahan terpampang di toko buku; itu pun berkat kehAndalan kompetensi bahasa Inggris penterjemahnya. Andaikata seorang calon karyawan terbiasa menulis, dan berkemampuan bahasa Inggris baik, maka dia tentu tidak perlu membaca buku terjemahan—melainkan langsung buku aslinya.
Demikian pula jika calon karyawan (berharap bisa) bergabung dunia profesi. Seseorang calon karyawan yang menggabungkan diri ke dalam organisasi profesi akan lebih cepat matang jika dia memiliki kompetensi bahasa Inggris yang bagus. Sangat boleh jadi dia dijadikan figur atau panutan—setidaknya dipAndang berstatus lebih—di antara anggota organisasi profesi tersebut.
Dengan demikian, berdasarkan paparan di atas, dapatlah digarisbawahi bahwa bahasa Inggris memiliki peran yang sangat penting bagi perencanaan karir.  Dengan kalimat lain, bahasa Inggris tak dapat dipisahkan dengan upaya seorang calon karyawan untuk merancang karir, serta meniti karir atau profesi untuk meraih sebuah kesuksesan.

2 komentar:

  1. Sangat bermanfaat infonya, saya juga pernah belajar kursus bahasa inggris di KAMPUNG INGGRIS PARE. Metode yang diajarkan disana sangat luar biasa.

    BalasHapus
  2. Saran aja, kalo mau belajar bahasa inggris bisa ke tempat yang lingkungannya sangat mendukung seperti di Kampung Inggris Pare :D

    BalasHapus